Pelatihan Discharge Planning Model LIMA terhadap Kesiapan Pulang Pasien pada Perawat di RS Bhayangkara Tk II Manado.
Manado, 5 Agustus 2023 – Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Manado menjadi tempat berlangsungnya sebuah pelatihan penting yang bertujuan meningkatkan kesiapan perawat dalam melakukan perencanaan pemulangan pasien (discharge planning). Pada tahun 2023, Program Studi Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan pelatihan yang fokus pada model Discharge Planning Lima. Acara ini diberikan oleh pemateri yang sangat berkompeten, Ns. Irma M. Yahya, S.Kep., M.Kes.
Discharge planning adalah tahap penting dalam perawatan pasien di rumah sakit, di mana perawat berperan dalam memastikan bahwa pasien siap untuk pulang dan dapat melanjutkan perawatan di rumah atau instalasi kesehatan lainnya. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis kepada perawat di RS Bhayangkara dalam merencanakan pemulangan pasien.
Pelatihan dimulai dengan sambutan dari Bapak Bambang, Direktur RS Bhayangkara Tk II Manado, yang menggarisbawahi pentingnya discharge planning yang efektif dalam memberikan perawatan yang berkualitas kepada pasien. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien yang pulang dari rumah sakit kami siap secara fisik dan mental serta memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengelola perawatan mereka di rumah,” kata Bapak Bambang.
Selama pelatihan, Ns. Irma M. Yahya, S.Kep., M.Kes, membahas model Discharge Planning Lima yang mencakup lima langkah kunci: identifikasi pasien yang memerlukan pemahaman lebih dalam tentang manajemen penyakit, pengembangan rencana perawatan yang terintegrasi, koordinasi dengan tim perawatan di rumah, penyusunan rencana pemantauan pasien pasca-pulang, dan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya.
Peserta pelatihan, yang terdiri dari perawat di RS Bhayangkara, terlibat dalam berbagai kegiatan interaktif dan studi kasus yang mencakup situasi-situasi yang umum dihadapi dalam pemulangan pasien. Mereka juga memiliki kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi tentang tantangan yang mereka hadapi dalam praktek sehari-hari mereka.
Salah satu peserta, Ibu Lina, seorang perawat dengan pengalaman bertahun-tahun, merasa pelatihan ini sangat bermanfaat. “Saya merasa lebih percaya diri dalam merencanakan pemulangan pasien sekarang. Pelatihan ini memberikan panduan yang sangat praktis untuk praktek kami,” ujar Ibu Lina.
Pelatihan “Discharge Planning Model Lima” ini memberikan wawasan dan alat yang diperlukan bagi perawat di RS Bhayangkara Tk II Manado untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam merencanakan pemulangan pasien. Diharapkan bahwa hal ini akan berdampak positif pada perawatan pasien dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi pasien dalam manajemen penyakit mereka di rumah.
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Manado dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi di masyarakat. Harapannya, upaya seperti ini akan terus berlanjut dan menjadi model bagi peningkatan mutu perawatan pasien di seluruh Indonesia.
