Workshop Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Mutu Pelayanan Keperawatan di RSUD Maria Walanda Maramis Minahasa Utara

Minahasa Utara, 5 September 2020 – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis di Minahasa Utara menjadi pusat perhatian dalam upaya peningkatan mutu pelayanan keperawatan melalui Workshop Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Mutu Pelayanan Keperawatan. Acara ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Manado pada tanggal 3 September 2020.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, juga sebagai wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Pemateri utama pada acara ini adalah Ns. Silvia Dewi M. Riu, M.Kep, seorang Dosen Prodi Profesi Ners STIKES Muhammadiyah Manado
Workshop dimulai dengan sambutan dari Bapak Agust Laya, Ketua STIKES Muhammadiyah Manado. Ia menekankan pentingnya peran perawat dalam pelayanan kesehatan dan bagaimana peningkatan kompetensi mereka akan membawa dampak positif pada pasien dan masyarakat luas. “Kami ingin memastikan bahwa perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan keperawatan terbaik kepada pasien,” ujar Bapak Agust Laya.
Ns. Silvia Dewi M. Riu, M.Kep, sebagai pemateri, membawakan berbagai materi yang mencakup aspek penting dalam penerapan standar asuhan keperawatan, termasuk manajemen risiko, kualitas pelayanan, dan peran perawat dalam pasien safety. Ia juga menggali konsep-konsep baru dan inovatif dalam praktek keperawatan yang dapat meningkatkan kualitas layanan.
Selama workshop, peserta terlibat dalam berbagai kegiatan interaktif, studi kasus, serta simulasi situasi pelayanan keperawatan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk bertukar pengalaman dan berdiskusi tentang tantangan yang mereka hadapi dalam praktek sehari-hari di rumah sakit.
Salah satu peserta workshop, Ibu Lina, seorang perawat berpengalaman di RSUD Maria Walanda Maramis, berbagi pengalamannya, “Saya merasa terinspirasi dan lebih percaya diri setelah mengikuti workshop ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan pekerjaan sehari-hari kami, dan saya yakin ini akan membantu meningkatkan mutu pelayanan kami.”
Workshop Penerapan Standar Asuhan Keperawatan ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi perawat di RSUD Maria Walanda Maramis dan rumah sakit lainnya di sekitar Minahasa Utara untuk lebih memahami dan menerapkan standar asuhan keperawatan yang tinggi. Hal ini akan memberikan dampak positif pada kualitas perawatan pasien dan memperkuat citra positif pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen STIKES Muhammadiyah Manado dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi di masyarakat. Harapannya, upaya seperti ini akan terus berlanjut dan menjadi model bagi peningkatan mutu pelayanan keperawatan di seluruh Indonesia.

Simulasi Manajemen Stress untuk Menurunkan Kecemasan Penderita Maag Kronis di Kelurahan Karame

Kelurahan Karame menjadi saksi bagi sebuah inisiatif luar biasa yang telah mengubah hidup banyak penderita maag kronis yang seringkali mengalami kecemasan terkait kondisi kesehatan mereka. Program Simulasi Manajemen Stress untuk Menurunkan Kecemasan Penderita Maag Kronis, yang diselenggarakan oleh Program Studi Profesi Ners Angkatan X tahun 2021, telah memberikan bantuan nyata kepada masyarakat setempat dalam menghadapi tantangan kesehatan mereka.
Maag kronis adalah masalah pencernaan yang seringkali disertai dengan rasa nyeri perut, sensasi terbakar, dan perasaan penuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan yang signifikan pada penderitanya, karena gejalanya yang mengganggu dan dampaknya terhadap gaya hidup sehari-hari. Untuk membantu mengatasi masalah ini, sekelompok mahasiswa Program Studi Profesi Ners memutuskan untuk mengadakan program simulasi manajemen stres di Kelurahan Karame.
Prodi Profesi Ners Angkatan X tahun 2021 adalah bagian dari Universitas Negeri Manado yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan komprehensif kepada masyarakat sekitar. Mereka merasa bahwa manajemen stres adalah aspek yang sering diabaikan dalam perawatan penderita maag kronis, sehingga mereka berinisiatif untuk memberikan pelatihan khusus kepada para penderita dan keluarganya.
Kegiatan dimulai dengan mengidentifikasi penderita maag kronis di Kelurahan Karame. Mahasiswa ners melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk, berbicara dengan pasien, dan memberikan informasi tentang program simulasi yang akan diadakan. Sejumlah penderita maag kronis bersedia bergabung dalam program ini.
Program simulasi dilaksanakan Mahasiswa Ners dengan memberikan materi tentang penyebab maag kronis, perawatan yang tepat, dan pentingnya manajemen stres dalam mengatasi gejala. Mereka juga memberikan kiat dan teknik untuk mengelola stres sehari-hari.
Salah satu peserta, Ibu Ani, yang telah lama menderita maag kronis, berbagi pengalaman tentang bagaimana program ini telah membantunya. “Sebelumnya, saya merasa sangat cemas dan khawatir setiap kali serangan maag datang. Tapi dengan pelatihan ini, saya tahu bagaimana cara mengatasi stres dan gejala maag dengan lebih baik. Saya merasa lebih kuat dan lebih siap untuk menghadapi ini sekarang,” ujar Ibu Ani dengan senyuman.
Hasil dari program simulasi ini sangat positif. Para peserta melaporkan pengurangan gejala maag kronis dan peningkatan kemampuan mereka dalam mengelola stres. Selain itu, mereka juga merasa lebih percaya diri dalam menghadapi kondisi kesehatan mereka.
Kegiatan ini juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kelurahan Karame. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada penderita maag kronis tetapi juga menciptakan kesadaran akan pentingnya manajemen stres dan dukungan sosial. Hal ini telah menciptakan jaringan dukungan yang kuat di antara peserta yang dapat membantu satu sama lain dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi.
Program simulasi ini juga menjadi contoh bagaimana mahasiswa ners dapat memberikan kontribusi yang berarti kepada masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Diharapkan bahwa inisiatif semacam ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang memerlukan dukungan dalam mengatasi masalah kesehatan mereka.

Pelatihan Kader dan Skrining Kesehatan Lansia di Kelurahan Nusu Kec. Lembeh Utara

Bitung, 25 April 2022 – Kelurahan Nusu di Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, menjadi lokasi berlangsungnya pelatihan penting yang bertujuan meningkatkan kualitas perawatan lansia. Prodi Ners Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan pelatihan kader dan skrining kesehatan lansia pada bulan April 2022. Acara ini diberikan oleh pemateri yang sangat berkompeten, Ns. Nelfa Takahepis, M.Kep.

Lansia adalah salah satu kelompok populasi yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek perawatan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia di Kelurahan Nusu, pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan masyarakat dan memberikan pengetahuan yang lebih baik tentang perawatan lansia.

Pelatihan ini dimulai dengan pemeriksaan kesehatan awal lansia yang hadir. Hasil pemeriksaan digunakan sebagai dasar untuk menyusun rencana perawatan dan memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan tentang kondisi kesehatan lansia. Peserta pelatihan terdiri dari masyarakat setempat yang telah menjadi kader kesehatan dan ingin mendalami perawatan lansia.

Selama pelatihan, Ns. Nelfa Takahepis, M.Kep, membahas berbagai aspek perawatan lansia, termasuk perawatan fisik, psikologis, dan sosial. Beliau juga memberikan informasi tentang kondisi kesehatan yang sering dialami lansia, seperti hipertensi, diabetes, osteoporosis, dan gangguan kesehatan lainnya yang seringkali menjadi masalah pada usia lanjut.

Peserta pelatihan diajarkan tentang pentingnya pengenalan dini gejala penyakit pada lansia, pemantauan tekanan darah, pengukuran gula darah, serta aspek-aspek lain yang dapat membantu dalam perawatan kesehatan lansia.

Salah satu peserta pelatihan, Bapak Anton, seorang kader kesehatan yang aktif di Kelurahan Nusu, mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap pelatihan ini. “Saya merasa lebih siap untuk merawat lansia di komunitas kami. Pelatihan ini memberikan pemahaman yang sangat baik tentang perawatan kesehatan lansia,” ujarnya dengan senyuman.

Pelatihan kader dan skrining kesehatan lansia ini telah menciptakan dampak positif yang besar dalam upaya perawatan kesehatan lansia di Kelurahan Nusu. Ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Manado dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan mendukung perkembangan kesehatan lansia. Harapannya, pelatihan serupa akan terus diadakan di masa depan untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi lansia dan masyarakat di seluruh Indonesia.

Penyuluhan tentang Penanganan Luka Terbuka pada Masyarakat di Kelurahan Karame

Manado, 15 Maret 2023 – Kelurahan Karame, Kota Manado, menjadi saksi dari sebuah inisiatif positif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penanganan luka terbuka. Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan program penyuluhan yang penting pada tahun 2023 dengan tema “Penanganan Luka Terbuka”. Acara ini dipandu oleh pemateri yang sangat berkompeten, Ns. Faradilla M. Suranata, M.Kep.

Luka terbuka adalah masalah kesehatan umum yang sering terjadi akibat berbagai kecelakaan dan cedera. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan luka terbuka, penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis yang dapat membantu dalam situasi darurat.

Penyuluhan dimulai dengan pengenalan dasar tentang luka terbuka dan jenis-jenisnya. Peserta penyuluhan diajarkan untuk mengidentifikasi cedera berdasarkan tingkat keparahan dan karakteristik luka. Hal ini menjadi langkah pertama dalam menentukan tindakan yang tepat.

Selama sesi penyuluhan, Ns. Faradilla M. Suranata, M.Kep, membahas berbagai aspek penanganan luka terbuka, termasuk pembersihan luka, penggunaan alat dan bahan yang diperlukan, serta tindakan darurat yang perlu diambil sebelum bantuan medis profesional tiba.

Peserta penyuluhan juga diajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan luka dan pencegahan infeksi. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang tanda-tanda infeksi dan kapan harus mencari pertolongan medis tambahan.

Salah satu peserta, Pak Joko, mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap penyuluhan ini. “Penyuluhan ini sangat bermanfaat, terutama dalam situasi darurat. Saya sekarang merasa lebih siap untuk mengatasi cedera dan membantu orang lain,” katanya.

Program penyuluhan tentang penanganan luka terbuka ini telah menciptakan dampak positif yang besar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Kelurahan Karame tentang tindakan yang perlu diambil dalam situasi cedera. Ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Manado dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan mendukung peningkatan kesadaran akan kesehatan dan keselamatan.

Harapannya, program serupa akan terus diadakan di masa depan untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada masyarakat dalam penanganan luka terbuka dan situasi darurat lainnya. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, masyarakat dapat lebih siap mengatasi berbagai situasi yang melibatkan cedera dan meminimalkan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Pelatihan Senam Terhdap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Hipertensi di Puskesmas Wawonasa

Manado, 20 Juni 2023 – Puskesmas Wawonasa, Kota Manado, menjadi pusat perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan lansia yang menderita hipertensi. Pada tahun 2023, Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan pelatihan senam yang berfokus pada lansia dengan hipertensi. Acara ini dibimbing oleh pemateri yang sangat berkompeten, Ns. Bayu Dwisetyo, M.Kep.

Hipertensi adalah masalah kesehatan umum di kalangan lansia dan dapat berdampak pada kualitas tidur mereka. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis dalam bentuk senam yang dapat membantu lansia dengan hipertensi tidur lebih nyenyak dan merasa lebih baik secara keseluruhan.

Pelatihan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan awal lansia yang menghadiri acara. Hal ini dilakukan untuk menilai tingkat kebugaran mereka dan memahami kondisi fisik mereka yang mungkin mempengaruhi partisipasi dalam program senam.

Selama sesi pelatihan, Ns. Bayu Dwisetyo, M.Kep, memperkenalkan berbagai gerakan senam yang dirancang khusus untuk lansia dengan hipertensi. Senam ini bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi stres, dan meningkatkan tidur nyenyak. Peserta pelatihan diajarkan untuk melakukan gerakan-gerakan ini dengan benar dan aman.

Selain gerakan fisik, peserta pelatihan juga diajarkan teknik-teknik pernapasan yang dapat membantu meredakan stres dan menciptakan perasaan rileks. Berbagai strategi tidur yang lebih baik juga dibahas, termasuk cara mengatur rutinitas tidur dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

Salah satu peserta pelatihan, Ibu Siti, yang menderita hipertensi, merasa senang dengan hasil pelatihan ini. “Saya merasa lebih rileks dan tidur lebih nyenyak sekarang. Senam ini benar-benar membantu saya merasa lebih baik,” katanya.

Program pelatihan senam ini menciptakan dampak positif yang besar pada kualitas hidup lansia di Puskesmas Wawonasa yang menderita hipertensi. Ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Manado dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan mendukung kesejahteraan lansia.

Harapannya, program serupa akan terus diadakan di masa depan untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada lansia yang menderita hipertensi di seluruh Indonesia. Dengan upaya seperti ini, kualitas hidup lansia dapat ditingkatkan, dan mereka dapat merasakan manfaat positif dari perawatan dan dukungan yang mereka terima.