Penyuluhan tentang Antenatal Care pada Ibu Hamil di Kelurahan Karame

Manado, 30 April 2023 – Kelurahan Karame, Kota Manado, menjadi lokasi penyuluhan yang sangat penting bagi ibu hamil dalam upaya meningkatkan perawatan antenatal (perawatan sebelum persalinan) yang berkualitas. Pada tahun 2023, Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan program penyuluhan antenatal yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik kepada ibu hamil di Kelurahan Karame. Acara ini dipandu oleh pemateri yang sangat berkompeten, Ns. Cut Mutia Bunsal, M.Kep.

Perawatan antenatal adalah elemen penting dalam merawat ibu hamil dan memastikan kehamilan yang sehat. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan penting kepada ibu hamil, membantu mereka memahami perawatan yang dibutuhkan selama kehamilan, dan memberikan dukungan kepada mereka untuk memastikan kehamilan yang sehat.

Penyuluhan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan awal para ibu hamil yang menghadiri acara. Ini membantu dalam menilai status kesehatan ibu hamil dan mendeteksi masalah potensial yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Selama sesi penyuluhan, Ns. Cut Mutia Bunsal, M.Kep, membahas berbagai aspek perawatan antenatal, termasuk pemantauan pertumbuhan janin, nutrisi yang seimbang, aktivitas fisik yang tepat, dan perencanaan persalinan. Ibu hamil juga diberikan informasi tentang pentingnya pemeriksaan rutin selama kehamilan dan tanda-tanda bahaya yang harus diperhatikan.

Peserta penyuluhan juga diajarkan tentang tindakan-tindakan sederhana yang dapat mereka lakukan untuk menjaga kesehatan selama kehamilan, seperti pola makan yang sehat, menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta pentingnya pemeriksaan prenatal yang teratur.

Salah satu peserta, Ibu Yuni, yang tengah mengandung anak pertamanya, merasa penyuluhan ini sangat berguna. “Saya merasa lebih percaya diri dalam merawat diri saya sendiri dan bayi saya. Saya sekarang lebih tahu apa yang perlu saya lakukan untuk menjaga kehamilan yang sehat,” katanya.

Program penyuluhan antenatal ini menciptakan dampak positif yang besar dalam upaya perawatan ibu hamil di Kelurahan Karame. Ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Manado dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan mendukung perawatan ibu hamil yang berkualitas.

Harapannya, program serupa akan terus diadakan di masa depan untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada ibu hamil di seluruh Indonesia. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang tepat, ibu hamil dapat merasakan manfaat positif dari perawatan yang mereka terima dan meningkatkan kesehatan mereka serta bayi yang dikandungnya.

Pelatihan Pengolahan Daun Seledri pada Penderita Asam Urat di Kelurahan Karame

Manado, 12 Juli 2023 – Kelurahan Karame di Kota Manado menjadi tempat yang penuh semangat dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan asam urat melalui pengolahan daun seledri. Pada tahun 2023, Program Studi Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada penderita asam urat di Kelurahan Karame. Acara ini diberikan oleh pemateri yang sangat berkompeten, Kristine Dareda, SKM., M.Kes.

Asam urat adalah masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh banyak orang, terutama di usia lebih lanjut. Salah satu pendekatan untuk mengelola asam urat adalah melalui pola makan sehat, dan daun seledri diketahui memiliki manfaat yang signifikan dalam mengurangi gejala asam urat. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada penderita asam urat dalam mengolah daun seledri untuk mendukung pengelolaan penyakit ini.

Pelatihan dimulai dengan pengenalan daun seledri dan manfaatnya dalam mengurangi gejala asam urat. Peserta pelatihan, yang terdiri dari penderita asam urat dan keluarga mereka, diajarkan tentang berbagai cara mengolah daun seledri, termasuk cara membuat jus, sup, atau makanan dengan daun seledri sebagai bahan utama.

Selama sesi pelatihan, Kristine Dareda, SKM., M.Kes, memberikan informasi tentang pentingnya diet seimbang dalam pengelolaan asam urat, yang mencakup konsumsi air yang cukup, menghindari makanan yang kaya purin, dan pentingnya aktivitas fisik yang teratur.

Peserta pelatihan juga diajarkan tentang cara memonitor gejala asam urat dan kapan harus mencari perawatan medis tambahan. Mereka juga diberikan panduan tentang penggunaan obat-obatan dan konsultasi medis yang berkaitan dengan asam urat.

Salah satu peserta pelatihan, Bapak Surya, yang telah lama menderita asam urat, merasa senang dengan hasil pelatihan ini. “Saya sekarang lebih tahu cara mengelola asam urat saya dan bagaimana menggunakan daun seledri untuk membantu. Terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Manado dan pemateri yang sangat membantu,” katanya.

Program pelatihan pengolahan daun seledri ini menciptakan dampak positif yang besar dalam upaya pengelolaan asam urat bagi penderita di Kelurahan Karame. Ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Manado dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan mendukung perawatan kesehatan yang lebih baik.

Harapannya, program serupa akan terus diadakan di masa depan untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada penderita asam urat di seluruh Indonesia. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, penderita asam urat dapat lebih baik mengelola penyakit mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pelatihan Discharge Planning Model LIMA terhadap Kesiapan Pulang Pasien pada Perawat di RS Bhayangkara Tk II Manado.

Manado, 5 Agustus 2023 – Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Manado menjadi tempat berlangsungnya sebuah pelatihan penting yang bertujuan meningkatkan kesiapan perawat dalam melakukan perencanaan pemulangan pasien (discharge planning). Pada tahun 2023, Program Studi Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan pelatihan yang fokus pada model Discharge Planning Lima. Acara ini diberikan oleh pemateri yang sangat berkompeten, Ns. Irma M. Yahya, S.Kep., M.Kes.

Discharge planning adalah tahap penting dalam perawatan pasien di rumah sakit, di mana perawat berperan dalam memastikan bahwa pasien siap untuk pulang dan dapat melanjutkan perawatan di rumah atau instalasi kesehatan lainnya. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis kepada perawat di RS Bhayangkara dalam merencanakan pemulangan pasien.

Pelatihan dimulai dengan sambutan dari Bapak Bambang, Direktur RS Bhayangkara Tk II Manado, yang menggarisbawahi pentingnya discharge planning yang efektif dalam memberikan perawatan yang berkualitas kepada pasien. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien yang pulang dari rumah sakit kami siap secara fisik dan mental serta memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengelola perawatan mereka di rumah,” kata Bapak Bambang.

Selama pelatihan, Ns. Irma M. Yahya, S.Kep., M.Kes, membahas model Discharge Planning Lima yang mencakup lima langkah kunci: identifikasi pasien yang memerlukan pemahaman lebih dalam tentang manajemen penyakit, pengembangan rencana perawatan yang terintegrasi, koordinasi dengan tim perawatan di rumah, penyusunan rencana pemantauan pasien pasca-pulang, dan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya.

Peserta pelatihan, yang terdiri dari perawat di RS Bhayangkara, terlibat dalam berbagai kegiatan interaktif dan studi kasus yang mencakup situasi-situasi yang umum dihadapi dalam pemulangan pasien. Mereka juga memiliki kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi tentang tantangan yang mereka hadapi dalam praktek sehari-hari mereka.

Salah satu peserta, Ibu Lina, seorang perawat dengan pengalaman bertahun-tahun, merasa pelatihan ini sangat bermanfaat. “Saya merasa lebih percaya diri dalam merencanakan pemulangan pasien sekarang. Pelatihan ini memberikan panduan yang sangat praktis untuk praktek kami,” ujar Ibu Lina.

Pelatihan “Discharge Planning Model Lima” ini memberikan wawasan dan alat yang diperlukan bagi perawat di RS Bhayangkara Tk II Manado untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam merencanakan pemulangan pasien. Diharapkan bahwa hal ini akan berdampak positif pada perawatan pasien dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi pasien dalam manajemen penyakit mereka di rumah.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Manado dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi di masyarakat. Harapannya, upaya seperti ini akan terus berlanjut dan menjadi model bagi peningkatan mutu perawatan pasien di seluruh Indonesia.

Terapi Kelompok Terapeutik pada Anak Usia Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Wori.

Tempat berlangsungnya program terapi kelompok terapeutik yang bertujuan untuk mendukung perkembangan anak usia sekolah di wilayah ini. Pada tahun 2021, Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan terapi kelompok terapeutik yang dikhususkan untuk anak usia sekolah.

Anak-anak usia sekolah menghadapi berbagai tekanan dan tantangan dalam perkembangan fisik, emosional, dan sosial mereka. Terapi kelompok terapeutik adalah pendekatan yang efektif untuk membantu anak-anak mengatasi berbagai masalah dan membangun keterampilan yang dibutuhkan dalam hidup.

Program ini dipandu oleh pemateri yang sangat berkompeten, Ns. Helly M. Katuuk, M.Kep. Beliau adalah seorang ahli keperawatan dengan pengalaman luas dalam bekerja dengan anak-anak dan memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung perkembangan anak usia sekolah.

Terapi kelompok terapeutik dimulai dengan pendekatan yang ramah anak dan penerimaan terhadap anak-anak yang menghadiri program ini. Peserta terdiri dari anak-anak usia sekolah dari berbagai latar belakang, dan mereka diajarkan untuk berinteraksi satu sama lain dengan baik.
Terapi kelompok terapeutik ini juga melibatkan kegiatan bermain dan seni yang menghibur anak-anak serta membantu mereka dalam berekspresi. Anak-anak diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan perasaan mereka dengan aman dan terbuka.

Salah satu peserta, Bapak Surya, mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap program ini. “Anak saya sekarang lebih percaya diri dan lebih mampu mengatasi tekanan sekolah. Terapi kelompok ini benar-benar membantu mereka dalam perkembangan mereka,” katanya.

Program terapi kelompok terapeutik ini menciptakan dampak positif yang besar dalam perkembangan anak-anak usia sekolah di wilayah Puskesmas Wori. Ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Manado dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan mendukung perkembangan anak-anak.

Harapannya, program serupa akan terus diadakan di masa depan untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi perkembangan anak-anak di seluruh Indonesia. Dengan upaya seperti ini, diharapkan anak-anak dapat mengatasi tantangan dan tekanan yang mereka hadapi dengan lebih baik, dan tumbuh menjadi individu yang kuat dan berdaya.

Workshop Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Mutu Pelayanan Keperawatan di RSUD Maria Walanda Maramis Minahasa Utara

Manado, 10 November 2021 – Rumah Sakit Tk II Robert Wolter Mongisidi Teling di Manado, Sulawesi Utara, telah menjadi saksi bagi sebuah acara penting yang bertujuan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien. Workshop Standar Asuhan Keperawatan dan Sasaran Keselamatan Pasien, yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Manado pada tanggal 8 November 2021, telah membawa dampak positif dalam upaya peningkatan kompetensi perawat dan perbaikan sistem perawatan kesehatan.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada perawat mengenai standar asuhan keperawatan dan sasaran keselamatan pasien yang harus diikuti dalam praktik sehari-hari mereka. Selain itu, acara ini juga membantu perawat dalam memahami pentingnya deteksi dini risiko dan manajemen keselamatan pasien.

Pemateri utama dalam acara ini adalah Ns. Silvia Dewi M. Riu, M.Kep, seorang ahli keperawatan dengan pengalaman panjang di berbagai bidang kesehatan. Beliau merupakan salah satu dosen sekaligus Kaprodi Ners STIKES Muhamadiyah Manado

Acara dimulai dengan sambutan Direktur Rumah Sakit Tk II Robert Wolter Mongisidi Teling. Ia menekankan bahwa penerapan standar asuhan keperawatan dan keselamatan pasien adalah kunci untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien kami menerima perawatan yang terbaik dan aman. Itulah mengapa workshop ini sangat penting,”

Workshop ini mencakup berbagai topik penting, termasuk identifikasi risiko, manajemen keselamatan pasien, komunikasi efektif dalam tim perawatan, serta pemahaman akan pentingnya dokumentasi yang akurat dalam catatan pasien. Ns. Silvia Dewi M. Riu, M.Kep, membantu para peserta dalam memahami bagaimana menerapkan pengetahuan ini dalam praktik sehari-hari mereka, sehingga meningkatkan mutu perawatan dan keselamatan pasien.

Selama workshop, para perawat terlibat dalam berbagai kegiatan interaktif, studi kasus, dan peran bermain yang mendemonstrasikan situasi pelayanan keperawatan yang kompleks. Mereka diberikan kesempatan untuk berlatih komunikasi yang efektif, mengidentifikasi risiko, dan mengembangkan keterampilan manajemen keselamatan pasien.

Salah satu peserta workshop, Ibu Lina, seorang perawat dengan pengalaman bertahun-tahun, berbagi pengalamannya, “Saya merasa workshop ini sangat bermanfaat. Saya telah belajar banyak tentang bagaimana mengidentifikasi risiko, berkomunikasi dengan pasien dan tim perawatan, dan mengelola keselamatan pasien dengan lebih baik.”

Hasil dari workshop ini sangat positif. Perawat di Rumah Sakit Tk II Robert Wolter Mongisidi Teling dan rumah sakit lainnya di sekitarnya telah meningkatkan pemahaman mereka tentang standar asuhan keperawatan dan sasaran keselamatan pasien. Diharapkan bahwa hal ini akan berdampak positif pada pelayanan kesehatan di daerah tersebut dan membantu melindungi keselamatan pasien.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen STIKES Muhammadiyah Manado dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi di masyarakat. Harapannya, upaya seperti ini akan terus berlanjut dan menjadi model bagi peningkatan mutu pelayanan keperawatan di Sulawesi Utara.